Sabtu, 02 Mei 2009

THINK +

Banyak banget orang yang bilang “Think positive”. Tapi sayangnya seingkali kalimat seperti itu tidak kita anggap terlalu serius atau malah sejujurnya kita kadang nggak terlalu mengerti gimana sih berpikir positif itu.

Berpikir posItif itu bukan hanya sekedar lari dan menentramkan hati dari kenyataan yang ada. Berpikir positif itu bukan cuma menyangkali apa yang telah terjadi dan berandai-andai yang lebih baik. Namun lebih dari itu, berpikir positif adalah soal mengubah cara pandang kita. Berpikir positif itu adalah bagaimana cara kita memandang hidup sebagai sebuah anugerah da menjadikannya lebih baik, memandang masalah yang ada bukan sebagai beban namun sebagai sebuah tantangan untuk kehidupan lebih baik. Berpikir positif itu juga seringkali menyangkut soal keoptimisan kita, soal cara kita bersikap, soal reaksi kita terhadap masalah yang ada, soal bagaimana kita mengucap syukur dalam segala keadaan.

Cara pandang yang benar sangat menentukan reaksi kita terhadap hidup Misalnya nih saat pacar kita nggak bales sms kita. Kita bisa aja berpikir kalo dia lagi ngapa-ngapain atao dia nggak sayang lagi ama kita. Tapi kalo kita berpikir positif hal demikian nggak akan terjadi. Mungkin kita bisa berpikir bahwa dia sedang sibuk belajar atau ada urusan keluarga atau lagi habis pulsanya. Sehingga kita bisa tetap sabar dan nggak membuang energy kita untuk curiga ama orang lain dan bersungut-sungut. Dan kita mungkin akan temukan solusi yang lebih baik kaya telepon hp nya atau rumahnya atau sabar dan mengingatkannya lain kali. Kebukti kan gimana cara pandang yang beda tentu bakal kasi hasil yang beda juga.

Bersikap positif adalah modal yang kuat untuk kita terus bertekun, tetap berusaha, pantang menyerah, hingga akhirnya dapat menemukan solusi dan berhasil. Pribadi positef terpancar dari sikap, perkataan dan rindakan kita. Coba deh liat diri kita, apa kita sudah menjalani hari-hari kita dengan sekaku tersenum, ceria, energik dan penuh semangat dalam beraktivitas ? Klo masi belum berarti kita harus coba buat lebih bae lagi ni buat berpikir positif. Kaya sedikit mengucapkan keluhan-keluhan di hari-hari kita, berterimakasih dan bersyukur pada segala hal,

Apa sih keuntungan dari berpikir positif ? dengan berpikir positf kita bisa menjadikan hidup kita positif lho dan hasilnya tentu akan berbuah positif juga. Contohnya kalo kita ni lagi ngadepin ulangan, terus kita berpikir positif dengan belajar dan ngomong “aku belajar, pasti ulangan ini dapet 100”, pasti kita jadi lebih semangat dan tekun belajar, kita jadi mempersiapkan segala sesuatunya dengan bae. So, hasilnya kemungkinan untuk dapat nilai 100 lebih besar kan. Selain itu dengan berpikir positif kita bisa mengatur emosi kita jadi lebih stabil dan ngak gampang meledak-ledak. Selalulah berpikir bahwa apa yang kamu alami ini adalah bagian dari rencana Tuhan, bahkan saat kamu pikir kamu gagal, siapa tau itu sebenarnya adalah loncatan buat kesuksesan kamu. Dengan berpikir positif saat ada masalah datang, kegagalan datang, kia akan lebih mudah untuk bangkit. Sebab kita merasa bahwa itu bukanlah akhir segalanya.

Contoh orang-orang dalam alkitab yang tetep berpiir ositif meski dia sedang ada dalam penderitaan adalah Yusuf. Meskipun dia dibuang ke sumur, dijadikan budak. Dia nggak mengeluh, dia tetap bekerja dengan baik sehingga di alkitab bahkan dikatakan Yusuf menjadi kepala pelayan yang paling berkuasa setelah Potifar di rumahnya. Meskipun ia dipenjara, Yusuf tetap berkelakuan baik dan bergaul dengan baik dengan orang-orang dipenjara sehingga ia dipercaya. Dan kalian lihat hasilnya, pada akhir hidupnya ia mampu menjadi orang kepercayaan raja. Coba bayangkan klo Yusuf jadi budak terus bersungut-sungut, nggak mo kerja, ya dia bakal jadi budak terus seumur hidup, hidupnya gak akan pernah berubah.

Nah, gimana dengan kamu? Apakah kamu mau untuk menjadi orang yang berhasil dalam hidupnya seperti Yusuf? Janganlah takut untuk gagal, tetaplah berpikir positif dalam menjalani hidupmu. Percayalah klo Tuhan udah menyediakan yang terbaik. Sehingga kemenangan dan segala hal yang baik akan kamu peroleh.

QUOTES bout ThiNK POSITIVE

The positive thinker sees the invisible, feels the intangible, and achieves the impposible-unknown

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

What do you see from a doughnut? If you optimized enough, you’ll see the doughnuts. If you only see the hole in the centre of the doughnuts, try to learn how to think positive again…

Si pesimis melihat kesulitan di balik setiap kesempatan, si optimis melihat kempatan di setiap kesulitan-Winston Churchill.

Ada perbedaan kecil di antara manusia, tapi perbedaan kecil ittu menentukan perbedaan besar. Perbedaan kecil itu adlah sikap, perbedaan besarnya adalah positif atau negative- W. Clement Stone.

Iman melihat apa yang tidak bisa kau lihat dan sebagi upahnya kamu akan melihat apa ang engkau imani.-St. Augustine.

10 cara berpikir positiVe

  • Kerjakan segala aktivitasmu dengan penuh antusiasme dan semangat
  • Lihat sisi positif di dalam segala keadaan yang tlah terjadi. Percaya deh dalam tiap kejadian pasti ada pelajaran dan sisi positif yang bisa kamu ambil.
  • Ucapkan ucapan positif kaya , “Aku bisa”, “terimakasih Tuhan”, “Ayo semangat”, etc. Tapi buang jauh-jauh sungut-sungut kita dan perkataan kita kaya “ Aku nggak bisa”, “ini sulit”, “hal itu nggak akan mungkin terjadi”, etc.
  • Lakukan apa yang kamu sukai, nikmati apa yang kamu lakukan.
  • Belajar untuk mengatur emosi kita agar tidak meledak-ledak dan keluar kata-kata negative dari mulut kita. Emosi thuw nggak diciptakan buat diledakkan atau dipendam dalam-dalam. Salurkanlah emosimu dengan baik dan benar di saat yang tepat. Emosi adalah bagian dari kita yang mebuat kita lebih manusiawi dan tahu yang mana yang baik dan nggak. Coba tarik nafas dalam-dalam dan hemuskan pelan-pelan saat emosimu akan meledak. Keluarlah ruangan, cari hawa segar, sehingga emosi kita tetap terkendali dan nggak mempengaruhi tindakan kita.
  • Miliki sahabat. Sahabat yang baik bisa membuat kita lebih positif dalam memdang hidup. Buatlah agar persahabatan kalian berkualitas dengan saling menasihati , membangun, mengingatkan hal-hal yang positif, saling berbagi dalam banyak hal. Sehingga kita lebih positif memandang kehidupan yang kita miliki.
  • Miliki rasa humor yang cukup. Tersenyum, tertawa, membuat hari-hari ita lebih ceria bahkan juga menyehatkan tubuh kita lho. Soal nya tertawa kan bisa melatih otot-otot tubuh kita untuk bergerak. Tapi selaen itu yang penting tertawa tuh bisa ngebuat kita ngerasa lebih nyaman dan santai. Jangan buat hidup kamu terlalu tegang. Belajarlah untuk tertawa. Juga termasuk menertawakan diri kita sendiri dan kejadian-kejadian yang menimpa kita.
  • Miliki lah target dan impian. Klo kita punya sasaran yang jelas, kita bakalan lebih punya semangat dalam menjalani hidup ini. Jadi hidup ini nggak Cuma ngalir tapi ada yang mesti kita tuju. Berilah penghargaan pada tiap sasaran yang udah kita capai dan jangan menyerah klo target-target kita belum kecapai.
  • Berlatihlah bersikap positif dimanapun kamu berada. Niat tanpa perbuatan itu kan percuma. Jadi banyak-banyak latihan aja ya buat ngembangin sikap positif dan berpikir positif di dalam segal hal, dimanapun kamu berada, kapanpun. Jadi biar melalui kehidupan kita, kita bisa kasi good influence dan bisa jadi berkat buat orang laen.

Jumat, 01 Mei 2009

SIMULASI HUKUM

Pada tanggal 17 Oktober 2008, SMA Regina Pacis mengadakan acara simulasi peradilan bagi anak-anak kelas 11. Bagi siswa-siswi kelas 11 ipa dan rsbi, acara ini diadakan di ruang belajar asrama Ursulin. Salah satu tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menambah pengetahuan khususnya bagi anak-anak kelas 11 untuk mengetahui lebih dalam mengenai hukum&peradilan yang berlaku di Indonesia. Dalam simulasi ini dihadirkan kakak-kakak perwakilan dari Universitas Atmajaya Yogyakarta yang mengambil jurusan hukum.
Acara ini dimulai dengan diadakannya simulasi tindak pidana sederhana di persidangan dengan kasus perampokan. Kronologis ceritanya sebagai berikut:
Ada salah satu mahasiswi yang bernama Elisa. Ia hendak pulang ke Solo menggunakan bis. Sesampainya di terminal, ia pun ingin menghubungi bibinya yang akan menjemputnya di terminal. Waktu itu hari sudah gelap, dan ternyata hpnya low bat dan akhirnya mati. Elisa pun mencari wartel terdekat. Waktu itu, Elisa mulai merasa diikuti oleh seorang laki-laki. Dan ternyata benar, lelaki itu adalah perampok.
Setelah itu dilakukan persidangan,yang dilakukan pertama kali di persidangan adalah panitera membacakan berita acara. Setelah itu, hakim, penuntut umum serta petugas masuk ke dalam ruang persidangan dan para hadirin berdiri. Lalu persidangan 127/Pidana biasa/Pengadilan terbuka Surakarta pun dibuka dan salah satu hakim mengetok palu sebanyak 3 kali.
Terdakwa pun diperbolehkan masuk setelah hakim menyuruh penuntut umum untuk memanggilnya. Dalam hal ini, penuntut umum dibantu oleh petugas. Setelah itu, terdakwa yang bernama Oge Maroge itu diminta untuk duduk di kursi didepan hakim ketua. Dalam persidangan, terdakwa harus dalam kondisi yang sehat sehingga hakim harus bertanya kepada terdakwa apakah dia sedang sehat atau sakit. Dan terdakwa harus selalu bersikap sopan meskipun ia adalah seorang anak dari ahli petinggi.
Lalu hakim memeriksa data-data terdakwa. Setelah itu, penasihat hukum terdakwa diperbolehkan masuk dan harus menunjukkan kartu izin praktek serta surat kuasa khusus yang akan dicek oleh penuntut umum. Setelah itu surat dakwaan dibacakan. Surat dakwaan adalah akta yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum yang berisi syarat formil dan syarat materiil. Syarat formil meliputi nama lengkap, tempat lahir, umur/tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan terdakwa. Syarat materiil meliputi uraian yang cermat, jelas dan lengkap mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan. Dalam membuat surat dakwaan ada 2 yang harus diperhatikan:
1. Tempus delicti yaitu berbicara mengenai waktu kejadian tindak pidana.
2. Locus delicti yaitu berbicara tentang tempat kejadian tindak pidana.
Setelah itu terdakwa diperbolehkan mengajukan eksepsi. Dan penasihat hukum mengajukan eksepsi bahwa tempat pidana dilakukan adalah di Sukoharjo tetapi persidangan dilakukan di Surakarta. Tetapi ternyata eksepsi ditolak oleh hakim. Eksepsi adalah tanggapan/tangkisan dari advokat untuk menanggapi surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum. Eksepsi belum menyangkut pokok perkara Karena eksepsi itu hanya berbicara mengenai kompetensi relative, kelengkapan surat dakwaan, dan untuk menentukan apakah surat dakwaan sudah kadaluwarsa atau belum.
Pada saat simulasi peradilan, persidangan pertama telah selesai. Dan kemudian dilanjutkan persidangan kedua dengan membawa saksi-saksi. Hakim memberikan putusan sela. Putusan sela adalah putusan yang diberikan oleh hakim sebelum putusan akhir. Putusan sela hanya menyangkut surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut umum, eksepsi dari advokat serta berisi mengenai replik dan duplik.
Lalu penuntut umum melanjutkan tuntutan dengan menghadirkan saksi. Dalam hal ini petugaslah yang mengantarkan saksi ke ruang persidangan. Saksi yang pertama bernama Elisa. Elisa duduk pada posisi A dan terdakwa duduk pada posisi D (lihat skema pada halaman 1). Hakim bertanya kepadanya apakah ia mengenal, ada hubungan darah atau pekerjaan serta menanyakan keadaan Elisa. Setelah itu Elisa harus menunjukkan surat identitasnya dan panitera bertugas membacakannya.
Sebelum Elisa mengungkapkan kesaksiannya, Elisa harus bersumpah akan memberikan kesaksiannya sesuai apa yang telah ia lihat dan dengar maka ia tidak boleh mengira-ngira. Dalam mengucapkan sumpah, tangan kiri berada di Alkitab dan petugas membantu membawakannya serta Elisa harus mengangkat tangan kanannya dengan jari telunjuk dan jari tengah terbuka (yang lainnya ditekuk). Kata-kata yang harus diucapkan Elisa adalah : ”Saya berjanji sebagai saksi bahwa saya akan memberikan keterangan yang sebenarnya dan bukan yang tidak sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.”.
Setelah itu saksi diminta untuk menceritakan kronologis perampokan tersebut. Dalam kesaksiannya, Elisa berkata bahwa ia hendak pulang ke Solo ke rumah tantenya menggunakan bis. Sesampainya di terminal, ia pun ingin menghubungi bibinya yang akan menjemputnya di terminal. Waktu itu hari sudah gelap, dan ternyata hpnya low bat dan akhirnya mati. Sang saksi pun mencari wartel terdekat. Waktu itu, Elisa mulai merasa diikuti oleh seorang laki-laki. Dan ternyata benar, lelaki itu adalah perampok. Perampok itu menarik tas Elisa tetapi Elisa tetap berusaha mempertahankan tasnya karena adanya barang berharga seperti perhiasan dan beberapa barang dari kekasihnya. Perampok itu pun menapar Elisa hingga ia jatuh dan merasa pusing. Ia juga diancam dengan pisau dan diancam akan deiperkosa jika Elisa tidak menyerahkan tasnya. Akhirnya Elisa pun menyerahkan tasnya kepada perampok itu dan perampok itu langsung pergi.
Setelah mendengarkan kesaksian Elisa itu, Elisa pun diberikan sejumlah pertanyaan. Dari penuntut umum ia ditanyai jam berapakah kejadian itu berlangsung dan Elisa pun menjawab ari jam 20.00 WIB dan waktu itu keadaan sepi dan tak ada orang. Dari penasihat hukum ia ditanyai mengapa ia dapat mengenali terdakwa padahal pada saat itu keadaannya gelap. Dan saksi menjawab ia mengenali terdakwa dari rambutnya yang gondrong serta penampilannya yang terkesan tidak rapi. Setelah itu Elisa diminta untuk duduk menempati posisi C (lihat skema pada halaman 1) karena dianggap masih diperlukan.
Lalu jaksa penuntut umum menghadirkan saksi yang kedua yang bernama Thea. Petugas harus mengantarkan saksi ke ruang persidangan. Pada saat itu, Thea menempati posisi kursu di depan hakim. Sebelum bersaksi, Thea juga ditanyai bagaimanakah keadaan Thea pada saat itu, dan Thea juga harus bersumpah seperti Elisa pada sebelumnya. Perbedaannya, Thea harus mengangkat tangan kanannya dengan jari manis, jari tengah dan jari telunjuk terbuka dan lainnya ditekuk. Setelah itu, saksi kedua inipun ditanyai apakah ia mengenal terdakwa. Dan Thea menjawab bahwa ia mengenal terdakwa. Thea hanya mengenal sekedar mengetahui bahwa terdakwa adalah orang yang suka membuat onar di kampong Thea. Tetapi saat Thea ditanya apakah Thea mempunyai hubungan darah atau hubungan pekerjaan, Thea menjawab tidak.
Kebetulan pada saat perampokan, Thea melihat kejadian tersebut tetapi tidak berani menolong. Pada saat itu, Thea sedang berada di perjalanan pulang dari terminal. Ia ke terminal bermaksud mau membeli tiket untuk saudaranya. Setelah itu Thea ditanyai mengapa ia yakin bahwa perampok yang ia lihat itu benar-benar terdakwa. Dan Thea pun menjawab karena terdakwa suka berada di kampungnya untuk membuat onar. Jadi otomatis ia mengenali perampok itu dari penampilannya dan ciri-cirinya yang sama dengan Oge Maroge yang suka membuat onar di kampungnya itu meskipun dalam keadaan yang gelap.
Pada saat itu, terdakwa tidak terima atas kesaksian tersebut. Terdakwa membela dirinya dengan mengatakan bahwa ia di sana bertujuan untuk membantu Elisa. Thea melihat dirinya berlari karena ia ingin mengejar perampok yang asli. Tetapi hakim tidak menggubrisnya. Hakim hanya mengatakan bahwa terdakwa dan penasihat hukum dapat menuliskan pembelaan di nota pembelaan bukan pada saat persidangan tersebut.
Setelah itu, kedua saksi diperbolehkan meninggalkan ruang sidang dan sidang ditutup. Contoh sidang perkara tindak perdana pun telah selesai. Lalu kakak-kakak dari Universitas Atmajaya itu memperkenalkan diri masing-masing.

Pembahasan

Terdapat 4 alat bukti yakni:
1. Surat
2. Saksi
3. Keterangan saksi ahli
4. Petunjuk
Saksi adalah orang yang melihat, mendengar atau mengalami kasus tersebut. Dalam hal ini saksi tidak boleh mengira-ngira, sehingga saksi harus yakin dengan apa yang ia katakan. Sebelum bersaksi, ia harus bersumpah terlebih dahulu. Setiap agama mempunyai cara sumpah yang berbeda-beda. Apabila saksi terbukti menyatakan kesaksian yang salah (sumpah palsu) maka akan dikenakan sanksi (penjara).
Pada agama Kristen, tangan kiri berada di atas Alkitab dan tangan kanan harus diangkat dengan posisi jari telunjuk dan jari tengah terbuka serta yang lainnya ditekuk. Pada agama Katolik, tangan kiri berada di atas Alkitab dan tangan kanan harus diangkat dengan posisi jari manis, jari tengah dan jari telunjuk terbuka serta yang lainnya ditekuk. Dan dalam agama Kristen dan Katolik, saksi harus mengucapkan ”Saya berjanji sebagai saksi bahwa saya akan memberikan keterangan yang sebenarnya dan bukan yang tidak sebenarnya. Semoga Tuhan menolong saya.”. Sedangkan dalam agama Islam, saksi membelakangi petugas yang membawa Alquran. Alquran tersebut diletakkan di atas kepala saksi sambil saksi mengucapkan sumpah. Dalam agama hindu budha, menggunakan dupa. Cara sumpah yang beragam tersebut disesuaikan dari agama dari saksi itu sendiri.
Saksi ahli adalah saksi yang di datangkan bukan karena melihat, mendengar dan mengalami kasus tersebut tetapi karena ia mempunyai pengetahuan. Misalnya dalam hal telepatika sehingga hakim yang tidak tahu menahu tentang telepatika menjadi tahu karena kehadirannya.
Jaksa penuntut umum adalah jaksa yang diserahi tugas bahwa terdakwa bersalah. Dia harus memandang bahwa terdakwa benar-benar bersalah.
Penasihat hukum/pengacara/advokat adalah orang yang mendampingi klien di pengadilan. Dalam hal ini ia harus memperjuangkan hak-hak terdakwa agar tidak diperlakukan semena-mena dan agar terdakwa dapat bebas.
Hakim adalah pemimpin jalannya persidangan agar berjalan dengan lancer. Dalam kasus hukum pidana bertugas mencari kebenaran materiil atau kebenaran yang sesungguhnya. Hakim peradilan berjumlah 3 karena : (1) untuk menghindari subyektivitas. (2) saat vote tidak mendapatkan hasil seimbang. Tetapi juga diperbolehkan hakim berjumlah 5/7/9. Hakim Mahkamah Konstitusi untuk menguji UU ada 9 orang. Hakim boleh berjumlah satu pasa tindak pidana ringan (tipiri). Contoh kasusnya adalah tindak pidana lalu lintas.
Keputusan dalam persidangan dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Bebas (perbuatan bukan tindak pidana, tidak melanggar hukum dan tidak terbukti bersalah)
2. Lepas dari tuntutan hukum (melawan hukum tetapi bukan perbuatan pidana)
3. Pemidanaan (melawan hukum dan merupakan perbuatan pidana)
Dalam KUHP no 10 hukuman pidana dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Pidana pokok (mati, penjara, kurungan, denda)
2. Pidana tambahan (pencabutan hak, perampasan barang tertentu, keputusan hakim)
Ada 3 macam tahanan yaitu:
1. Rutan (rumah tahanan)
yaitu tempatnya kepolisian untuk proses penyelidikan dan penyidikan. Konsekuensi pidana rutan adalah putusan yang dijatuhkan hakim dikurangi waktu selama di rutan. Misalnya divonis 12 tahun, telah berada di rutan selama 1 tahun maka ia dapat bebas lagi setelah 11 tahun mendatang.
2. Rumah sendiri (tahanan rumah)
Yaitu rumah pribadi terdakwa dimana terdakwa hanya bias keluar sampai halaman rumah. Terdakwa akan dijaga oleh pihak keluarga dan kepolisian. Konsekuensi pidana tahanan rumah adalah putusan yang dijatuhkan hakim dikurangi 1/3 waktu yang dijalani saat menjadi tahanan rumah. Misalnya vonis hukuman 12 tahun, telah menjadi tahanan rumah selama 1 tahun maka ia dapat bebas lagi setelah 11 tahun 8 bulan mendatang.
3. Tahanan kota
Yaitu tahanan di mana terdakwa hanya boleh berada dalam kota itu dalam proses penyidikan. Konsekuensi pidana tahanan kota adalah putusan hakim dikurangi 1/5 waktu yang dijalani saat menjadi tahanan kota. Misalnya vonis hukuman 12 tahun, telah menjadi tahanan kota selama 10 bulan maka ia dapat bebas lagi setelah 11 tahun 10 bulan.
Kasus yang telah diserahkan ke pengadilan disebut penuntutan. Prosesnya adalah penyelidikan (termasuk tindak pidana atau bukan) lalu penyidikan (telah terjadi tindak pidana dan menemukan tersangka) dan yang terakhir adalah penuntutan. Ada pun tujuan penahanan itu sendiri adalah:
1. tidak melarikan diri
2. tidak menghilangkan bukti.
Hukum adalah seperangkat aturan-aturan yang mengatur segala perbuatan yang seharusnya dilakukan atau yidak dilakukan. Sumbernya adalah KUHP. Hukum dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Hukum formil (bagaimana cara mempertahankan hukum material)
2. Hukum material (isi atau segala hal yang mengatur perbuatan yang boleh atau tidak boleh dilakukan)
Setelah dilaksanakannya pembahasan, siswa-siswi yang belum jelas diperbolehkan mengajukan pertanyaan kepada kakak-kakak pendamping dan acara simulasi peradilan selesai pada pukul 11.45 WIB.

Suster Ngesot Gentayangan

Produksi : Multivison
Produser: Raam Punjabi
Sutradara: Nanang Istiabudi
Cerita : Herry B. Arrisa
Durasi : 87 menit
Pada tahun 1980 an, seorang suster tewas di bunuh setelah diperkosa oleh laki2 penjaga kamar mayat yang bernama Suwito. Sebelum suster-suster itu diperkosa dan dibunuh, kakinya dipotong lalu dikubur di suatu tempat. Konon, sudah 7 wanita tewas oleh laki-laki yang sakit jiwa ini, semuanya dikubur jadi satu kuburan dan ditanami pohon pisang. Uniknya, hingga kini pohon pisang itu masih ada dan menjadi tempat angker. Akting penjaga kamar mayat ini diperankan oleh Darto, kesannya agak sedikit dibuat-buat. Namun ia terlihat benar-benar seperti orang yang tidak waras akal sehatnya dan begitu kejam, penuh nafsu dan ambisi. Suster ngesot nya diperankan oleh Irene Anastasia yang telah cukup baik membuat bulu kuduk penonton bergetar karena terkejut. Karakter hantu ini antara lain sama seperti arwah penasaran lainnya yang penuh dendam, penasaran, dan suka menakut-nakuti makhluk lain.
Sekitar 20 tahun kemudian, ada 2 pasangan ABG berpacaran di sekitar pohon pisang angker tempat dikuburnya 7 suster itu. Erlangga yang sedang berpacaran dengan Vio tidak dapat mengendalikan diri dan melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh mereka yang belum menikah di tempat angker itu. Peran Erlangga ini dibawakan oleh Mario yang meski bukan actor terkenal telah berusaha dengan baik menjiwai peran Mario yang digambarkan sebagai anak muda yang tidak mampu mengendalikan diri, penakut, tidak setia kawan, dan tidak percaya kepada Tuhan. Peran Vio dibawakan oleh Sinta Della dengan cukup penjiwaan terutama pada saat ia dikejar-kejar arwah terlihat keberaniannya bahkan ia mampu mengejar penjaga makam yang psikopat itu. Namun karakter Vio sebagai anak muda terutama sebagai seorang perempuan, ia tidak mampu menolak godaan akan kenikmatan duniawi seperti apa yang ia lakukan bersama pacarnya di bawah pohon pisang itu.
Lain halnya dengan Resi dan Aditya yang juga sedang di mabuk asmara, saat itu Resi buang air di sebuah nisan tanpa permisi dahulu. Karena kelalaian mereka inilah arwah-arwah suster itu bangkit menghantui mereka. Resi yang diperankan oleh Sintha Putri dengan cukup baik meski ia bukan merupakan seorang aktris yang dikenal public. Ia diperankan dalam karakter anak SMA yang ceroboh dan penuh ingin tahu. Sedangkan Aditya diperankan oleh Arie Dwi Andika sebagai seorang anak SMA yang tergoda kenikmatan sesaat, tidak percaya Tuhan, dan cukup setia kawan dan berani.
Di film ini kita dapat menyaksikan kejadian2 aneh yang dialami oleh kedua2 pasangan tersebut. Dimulai pada Resi, dimana ketika dia masuk ke dapur Aditya, dia tiba-tiba masuk ke hutan dimana tempat kuburan para suster tersebut. Kemudian Vio juga mulai menghilang, setelah itu Erlangga dan Aditya mulai cemas dan mencoba mencari mereka. Namun mereka malah diganggu para arwah gentayangan. Ternyata Vio dan Resi tersesat dan dipermainkan di kuburan itu dalam wujud rumah sakit yang suram dan seram. Vio dikutuk hingga perutnya membesar dan Resi dikutuk hingga dadanya membesar .
Akhirnya mereka dapat pulang. Resi diceritakan telah meninggal, sementara Vio, Anggga, dan Aditya pergi ke dukun. Di sana, mereka bertiga diminta membongkar kuburan para suster dan menguburkannya secara layak. Di tengah perjalanan ke makam itu Vio hilang, sedangkan Aditya dan Angga bertengkar sendiri, karena ketakutan untuk membongkar dan mengubur tengkorak para suster. Pada saat dikuburkan, Aditya dibunuh oleh suster sedangkan Angga melarikan diri. Ketika dalam perjalanan melarikan diri, arwah Resi dan Aditya membunuh Angga. Vio bebas dari kutukan dan akhirnya dia kembali ke kehidupannya dengan tenang.
Film yang disutradarai Nanang Istiadi ini bukan satu-satunya film horor Indonesia yang rame-rame di release pada tahun 2007. Tak heran dengan penggunaan akting-akting muda dan cerita horor yang sudah banyak beredar di masyarakat ini belum mendapat sambutan yang cukup baik. Akting para artis muda yang sudah berusaha dengan cukup baik tetap saja kurang meyakinkan di mata penonton. Belum ada akting yang menonjol, aktingnya masih datar, ekspresi yang terlihat kebanyakan hanya sekedar ketakutan, kebingungan, akting para pemain ini belum total dan masih terkesan dibuat-buat.
Film ini mengambil setting di tempat yang terkesan angker yaitu sebuah hutan, rumah sakit, kuburan, rumah dukun, juga di rumah karakter Aditya dan Erlangga. Sangat disayangkan perpindahan tempat di film yang beralur maju ini kurang begitu jelas. Seperti pada saat Vio didapur ia tiba-tiba tersesat di hutan lalu di rumah sakit yang angker. Secara umum suasana dalam film ini begitu mencekam, menegangkan, menyeramkan. Terkadang juga terjebak di dalam suasana sunyi dan mencekam atau didalam kegembiraan sesaat seperti saat perjalanan pulang dari hutan. Waktu pengambilan setting film ini di tahun 2007 dan kebanyakan pada waktu gelap, meski ada juga yang mengambil waktu siang, tetap kesannya menyeramkan.
Bahasa yang dipakai di dalam film ini adalah bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti. Karena para pemeran yang berperan sebagai anak SMA di Jakarta, sering pula terdengar logat elo-guwe yang begitu mendarah daging. Musik yang dipakai kebanyakan hanya musik-musik yang menimbulkan bulu kuduk berdiri, teriakan-teriakan, musik horor dan menegangkan mewarnai sepanjang cerita. Kostum-kostum yang ada pun simpel, hanya pakaian sehari-hari, pakaian anak SMA, pakaian penjaga rumah sakit yang serba putih. Kostum yang agak aneh adalah pakaian suster ngesot yang hanya selembar kain kafan putih dengan rambut yang tertutup wig acak-acak an dan wajah yang penuh dengan bedak putih yang sebenarnya kurang meyakinkan penonton dan kurang membuat kesan seram.
Unsur budaya yang ada adalah kepercayaan adanya hantu, arwah suster ngesot. Selain itu dengan penggunaan dukun untuk mengatasi masalah hantu, arwah, masalah yang terbukti tak bisa menyelesaikan masalah. Ada juga penggunaan pohon pisang untuk menandai tempat yang angker. Unsur budaya yang digunakan begitu berbau mistis dan bertujuan untuk mendukung jalannya cerita horor ini.
Tidak ada film yang dibuat tanpa pesan yang disampaikan kepada penonton, demikian pula pada film Suster Ngesot Gentayangan ini. Kita sebagai penonton diajarkan untuk bersikap hati-hati, tidak ceroboh, tidak bertindak sembarangan di tempat yang asing apalagi tempat-tempat angker. Selain itu sebagai siswi SMA, perempuan khususnya, kita harus menjaga kekudusan tubuh kita sebelum pernikahan. Kita harus mampu mengendalikan nafsu dan membedakan antara nafsu dan cinta. Sedangkan bercermin dari pembunuh psikopat di dalam film ini tentu saja kita diingatkan untuk menghargai nyawa orang lain, dapat menjaga akal sehat dan nafsu kita agar tidak menguasai hidup kita dan dapet menjadikan hidup kita bagai neraka. Selain itu kita diajar untuk hidup percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kesimpulannya film ini adalah film horor yang dapat dilihat untuk menambah referensi kita akan hal-hal magis bahkan dapat menghibur bagi kita dan juga aman bagi mereka yang penakut. Meski tidak begitu memuaskan, ide cerita film ini cukup unik mengabungkan antara sedikit unsur film thriller dengan film horor yang menyajikan background hutan dan rumah sakit yang telah dikenal awam sebagi tempat angker. Film ini juga memunculkan wajah-wajah baru yang cukup muda dan segar untuk mewarnai dunia perfilman nasional. Mengangkat cerita yang ada di masyarakat sebagai sebuah film yang memacu adrenalin penonton.
Meski begitu, alangkah lebih baik apabila alurnya dibuat lebih jelas urutannya sehingga penonton lebih dapat mengerti dan memahami isi cerita. Selain itu pun untuk lebih menghasilkan unsur seram, sebaiknya kita lebih memperhatikan kerasionalan cerita dan kerasionalan akting dan tindakan pemain bereaksi terhadap kejutan-kejutan dan peristiwa yang dialami.
Namun demikian, film ini tetap layak untuk ditonton sebagai hasil karya anak bangsa kita. Tentu saja di dalam menghadapi film ini sebagai umat beriman tidak perlu takut dan gentar terhadap arwah-arwah yang ada. Film ini cukup untuk menjadi referensi dan hiburan akan dunia perfilman kita.

Pasir Berbisik

Produksi : Saito Production-Camila Internusa Films-Christine Hakim Films

Sutradara : Nan Achnas

Produser : Shanty Harmana-Ueda MakotoHaris Lasmana Christine Hakim

Cerita : Nan Achnas

Durasi : 106 menit

Pasir Berbisik ini adalah sebuah film keluaran tahun 2001 yang mengisahkan kehidupan seorang gadis bernama Daya yang tinggal bersama ibunya, Berlian yang hidup di daerah pesisir pantai yang berpasir hitam di sebuah kawasan terasing. Ayah Daya, Agus pergi menghilang entah kemana saat Daya masih kecil. Daya hidup di dalam ke sendirian dan keterkungkungannya karena ibunya Berlian yang amat sayang padanya melarangnya untuk berbicara dengan orang asing bahkan dengan wanita-wanita di sekitar lingkungan mereka.

Sosok keibuan Berlian, kebijaksanaan, kegigihan dan kerja kerasnya begitu tampak dalam akting dan penjiwaan yang begitu kuat oleh artis kawakan, Christine Hakim seperti yang ia perankan dalam film sebelumnya ”Daun di atas Bantal”. Berlian bekerja keras menjual jamu dan membantu bidan untuk melahirkan maupun mengaborsi wanita-wanita kampungnya hanya untuk membahagiakan anak semata wayangnya.

Daya yang kesepian, sering membayangkan sosok ayahnya saat masih kecil dengan wayang-wayang yang biasa dimainkan ayahnya. Dalam keanehannya, Daya tumbuh sebagai gadis yang introvert, lugu dan polos memiliki kebiasaan yang aneh yaitu menempelkan telinganya di atas pasir, seolah pasir itu berbisik kepadanya. Peran Daya yang dibawakan oleh Dian Sastro ini juga berhasil dijiwai dengan cukup lancar oleh artis muda ini. Terbukti Dian berhasil meraih Lotus award untuk kategori artis terbaik dalam Deauville Asian Film dan Silver Screen Award didalam Singapore International Film Festival. Meski akting Dian di dalam film ini tak sebaik dalam aktingnya dalam film terdahulunya ”Ada Apa Dengan Cinta?”, keluguan dan kepolosannya terlihat begitu alami dan penuh penjiwaan.

Berlian dan Daya hidup dengan tenang, sampai suatu saat kondisi kampung mereka genting. Banyak terjadi pembunuhan, penangkapan tanpa sebab yang jelas bahkan ada kabar bahwa gubuk-gubuk di kampung mereka akan dibakar. Berlian yang sudah dibujuk adiknya menolak untuk berpindah dari tempat tinggal mereka dengan harapan bahwa mereka akan baik-baik saja di tanah mereka. Adik Berlian adalah Delima ,seorang penari Jawa yang diperankan oleh Karlina Inawati dengan begitu luwes dan lemah gemulai. Aktingnya sebagai seorang penari cukup baik, ditambah dengan sikapnya yang menonjol terlihat oleh penonton adalah mudah beradaptasi dan biasa lari dari masalah yang dihadapi.

Ternyata apa yang diharap tidak terjadi, gubuk mereka dibakar, kampung mereka hancur luluh lantak. Dengan membawa sisa harta benda mereka yang seadanya, mereka berdua harus berpindah ke daerah lain. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan pria yang diperankan oleh Dik Doank yang cukup baik memberikan mereka sebuah topeng kepada Daya yang menurut kepercayaan dapat menghindarkan dari roh-roh jahat dan hantu-hantu gurun.Daya dan Ibunya kemudian berjalan mengarungi gurun pasir untuk berpindah ke daerah yang mereka sebut pasir putih. Ketika di tempat baru Daya bertemu seorang sahabat baru bernama Sukma yang diperankan oleh Dessy Fitri. Daya dan Berlian mulai meniti kehidupan mereka dengan gigih.

Keadaan mulai berubah saat Agus tiba-tiba saja muncul kembali dalam kehidupan mereka.Walaupun ragu, Berlian dan Daya mulai menerima kehadiran Agus dalam hidupnya. Agus bahkan berhasil membahagiakan Daya yang rindu akan sosok ayah. Agus digambarkan sebagai sosok ayah yang kurang bertanggung jawab dan sedikit egois. Agus yang diperankan oleh pemeran kawakan, Slamet Rahardjo ini yang meski perannya tak terlalu menonjol cukup membuat penonton menjadi membencinya karena beberapa saat setelah itu Agus terlilit hutang dan ia rela membawa Daya pada lintah darat Suwito demi melunasi hutang itu. Aktingnya sebagai ayah yang begitu saja meninggalkan keluarganya dan rela menjual kegadisan dan kepolosan anak gadisnya sendiri cukup berhasil dijiwai dengan baik.

Didi Petet memerankan peran Suwito dengan cukup meyakinkan. Sebagai seorang lintah darat yang bermata keranjang, ia cukup membuat penonton jijik karena demi selera dan nafsu seksnya ia menginginkan gadis yang usianya begitu muda untuk dinodai. Daya yang polos dan lugu hanya bisa menuruti kemauan Suwito tanpa ia bisa memberontak, menerbitkan rasa iba dan menyiratkan ketidakberdayaan seorang wanita.

Film bergenre drama ini hadir di tahun 2001 membawa wacana baru bagi dunia perfilman dengan mengangkat tema kehidupan sosial yang berasal dari realita masyarakat Jawa yang begitu kental dan sarat akan budaya. Unsur budaya yang begitu terasa dalam pemakaian busana tradisional seperti penggunaan kebaya, kain jarik, sarung, ikat kepala, penggunaan konde serta gaya percakapan sehari-harinya yang meski menggunakan bahasa indonesia sehari-hari masih tercampur bahasa Jawa yang sedikit medhok. Selain itu juga terlihat dalam sarana wayang, topeng, dan tarian jawa sebagai pelengkap dalam film ini. Beberapa kepercayaan jelas terlihat seperti budaya mengambil pasir dari tanah asal dan disebarkan ke tanah yang baru dan juga budaya untuk membangun rumah tidak menghadap arah angin.

Film yang mengambil setting di perkampungan tepi pantai berpasir hitam, lalu berpindah ke gurun dan ke daerah berpasir putih yang terletak di daerah Jawa Timur yang cukup menyajikan panorama yang indah dibaur dengan keheningan alam yang masih begitu alami dan menyajikan kesederhanaan tersendiri. Meskipun juga menampakkan suasana kering, gersang yang tampak dalam ketiadaan hujan dan sedikitnya vegetasi yang ada. Suasana disepanjang film terasa hening, mencekam, dan sepi didukung oleh kondisi background alam dan musik yang begitu hening. Musik yang ada begitu alami dan sederhana seperti deburan ombak, desisan pasir, dan bunyi alat musik tiup yang merdu dan indah. Selain itu terdengar iringan gamelan jawa yang pelan menciptakan suasana hening tersendiri. Terlihat juga didalam ketakutan akan adanya pembunuhan, penangkapan, dan huru hara yang terjadi suasana tetap mencekam dan penuh keheningan. Setting waktunya kurang lebih pada saat terjadinya gejolak politik dimana terjadi penangkapan tanpa sebab, pembunuhan dan huru hara dimana-mana bahkan di daerah pesisir pantai.

Film ini juga sarat akan makna dan pelajaran hidup yang berarti. Antara lain adalah pentingnya keluarga, tanggung jawab akan keluarga, kasih sayang terhadap anak, kerja keras. Pertama kita diajarkan didalam hidup ini harus gigih, ulet, bekerja keras untuk bertahan dan mensyukuri apa yang telah terjadi di dalam hidup kita. Didalam film ini disiratkan bahwa sebagai orang tua kita hendaknya mengasihi, melindungi, dan bertanggung jawab terhadap anak. Namun kita juga dianjurkan untuk tidak terlalu protektif dan mengungkung kebebasan anak. Didalam konfliknya tersirat bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga, tidak sebanding apabila kehormatannya ditukarkan hanya demi harta semata-mata. Selain itu pelajaran yang kita ambil kita harus berpikir panjang sebelum bertindak seperti bahwa sebaiknya kita jangan berhutang pada lintah darat.

Film ini dapat dibilang cukup sukses, karena meski pertama kali jalan ceritanya sulit dimengerti pada pertengahan film ini cukup menarik untuk ditonton. Nan Achnas dengan cerdas menghadirkan konflik sosial yang menjadi realita dalam kehidupan masyarakat, dipadukan dengan setting panorama gurun pasir yang indah, langit biru, perkampungan sederhana dan unsur-unsur pesona budaya Jawa yang begitu indah. Karena perannya dalam film ini Nan Achnas telah menyabet berbagai penghargaan dalam ajang-ajang bergengsi seperti meraih Special Jury Award dalam Asian-Pasific Film Festival tahun 2001 sebagai The Most Promising Director, Netpac Award-Special Mention dalam Brisbane International Film Festival di tahun 2003, FIPRESCI Prize dalam Oslo Films from the South Festival tahun 2002, dan masih banyak penghargaan lainnya dalam film ini.Pilihan artis-artis kawakan yang berpengalaman ini begitu tepat untuk menjiwai karakter-karakter dalam film ini.

Penyelesaian film ini terasa agak menggantung dan tidak jelas memberikan tanda tanya bagi penonton. Selain itu penonton yang dibawa ke kehidupan di pesisir pantai dituntut untuk berpikir keras untuk mengetahui peristiwa-peristiwa yang melintas dalam film ini. Seperti pada saat peristiwa pembunuhan, huru hara, tidak jelas mengapa hal itu terjadi. Selain itu, seperti yang sudah dikatakan tadi pada awal-awal film terasa begitu membosankan seperti menonton film dokumenter antara lain juga karena keabsurdan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Untungnya pada saat konflik terasa dan karakter-karakter semakin kuat, penonton baru menemukan titik terang menuju jalan cerita.

Film ini patut untuk ditonton karena didalamnya terkandung realita hidup masyarakat dengan budaya Jawa yang hidup dalam kesederhanaan. Selain itu meski menonton film ini harus banyak berpikir, film ini tetap istimewa karena mengandung amanat dan makna yang dalam dan berarti.

Cuap2 Q....

hehehehehe...

Blog ini sudah lama sekali tidak di buka...

Btw, emang ada yang baca ya?

Yaaa.... Saia ternyta tidak sempat ngurusin blog saia...

hahahahhaa....